analysis and reference

Cantik Membawa Luka

CIL

Judul buku : Cantik itu Luka

Pengarang : Eka Kurniawan

Penerbit : Jendela, Yogyakarta

Cetakan : Pertama, Desember 2002

 

“Dengarlah, pelacur yang telah tidur dengan semua lelaki kami, kalau kau mau mati, maka matilah, tapi jangan awetkan tubuhmu, sebab hanya mayat busuk yang tidak kami cemburui”

Kemasyuran Dewi Ayu, pelacur tercantik di Halimunda membuat seorang perempuan melontarkan kalimat di atas. Kecantikannya tak hanya membuat luka perempuan-perempuan di Halimunda, tapi juga mengakibatkan bencana bagi keturunan-keturunannya dan lingkungannya. Itulah mengapa tidak setiap kecantikan menghadirkan keindahan, melainkan luka.

Keturunan Dewi Ayu dari laki-laki yang ditidurinya berjumlah empat orang. Ketiga anaknya perempuan dan sangat cantik seperti dirinya. Anak sulungnya, Alamanda, hasil dari hubungannya dengan tentara Jepang sebelum kemerdekaan. Anak-anaknya yang lain yaitu Adinda dan Maya Dewi, lahir dari hasil pelacurannya. Terakhir, anak perempuannya memiliki telinga seperti panci, mulutnya seperti lubang celengan, dan rambutnya menyerupai sapu, ironis! Cantik namanya.

Suami-suami dari ketiga anaknya adalah orang-orang yang berpengaruh di Halimunda. Shodanco, suami Alamanda, adalah kolonel yang telah menguasai teknik bergerilya dan masih memiliki prajurit yang setia bahkan setelah kemerdekaan Indonesia. Maman Gendeng, suami Dewi Ayu, adalah preman yang berhasil menggeser kursi pemimpin preman, Edi Idiot. Terakhir, suami Adinda, Kamerad Kliwon adalah penganut komunis yang juga berasal dari seorang ayah yang komunis.

Cinta dan Persetubuhan

Kisah cinta ketiga pasangan itu sangat unik dan dalam. Tentu tak terpisahkan dari kisah percintaan yang kompleks. Mulanya Kliwon berpacaran dengan Alamanda. Tapi Kliwon pergi untuk melanjutkan sekolah dan karirnya di dunia kiri. Saat itu, Shodanco juga menyukai Alamanda. Shodanco akhirnya memerkosa Alamanda dan menikahinya.

Adinda pun menyukai Kliwon sejak masih berpacaran dengan Alamanda. Begitu Alamanda menikah dengan Shodanco, Adinda mendekati Kliwon dan menikah dengannya. Terakhir Dewi Ayu menikah dengan Maman Gendeng yang merupakah kekasih ibunya sendiri, Dewi Ayu.

Ketiga pasangan itu menghasilkan anak-anak yang akrab dan saling menjaga satu sama lain. Alamanda dan Shodanco memiliki anak perempuan bernama Ai. Adinda dan Kliwon memiliki anak laki-laki bernama Krisan. Maya Dewi dan Maman Gendeng memiliki anak yang paling cantik bernama Rengganis.

Kisah cinta cucu-cucu Dewi Ayu pun berjalan kompleks. Krisan menyukai Ai yang dewasa, tapi di sisi lain ia mencintai tubuh Rengganis yang indah. Konflik pun dimulai dengan teka-teki percintaan mereka bertiga yang mengakibatkan perseteruan orangtua mereka masing-masing.

Tak hanya percintaan mereka yang kompleks, bahkah kisah persetubuhan mereka diceritakan secara unik. Maman gendeng harus menunggu istrinya selama lima tahun hingga ia merasa istrinya telah cukup umur untuk disetubuhi. Shodanco harus bersabar untuk tidak menyetubuhi atau memerkosa istrinya lagi hingga Alamanda berhasil tawar menawar soal Kliwon yang dicintainya agar tidak dieksekusi mati karena dirinya komunis.

Kedua suami tersebut berhasil menebus kesabarannya dengan persetubuhan yang paling diinginkan setiap lelaki untuk melakukannya dengan istri mereka. Sedangkan Kliwon baru bisa menyetubuhi Alamanda ketika Shodanco tidak di rumah. Tapi karena rasa bersalahnya pada Adinda dan anaknya, ia bunuh diri.

Persetubuhan dramatis lain dilakukan oleh Krisan. Ia begitu terpesona oleh kecantikan Rengganis. Wajah dan semua lekuk tubuhnya bagai semua bentuk yang paling diinginkan lelaki. Maka ketika ia melihat kesempatan ada, Krisan langsung menyetubuhi Rengganis di toilet sekolah. Rengganis yang lugu diperdayai untuk mengatakan pada semua orang bahwa ia diperkosa oleh seekor anjing berwarna coklat dan bermoncong hitam.

Persetubuhan tragis sebelum kematian Krisan dilakukan dengan Cantik, anak Dewi Ayu yang buruk rupa. Persetubuhan itu ia lakukan setelah mendapat nasihat kelakar dari seorang nelayan bahwa jika mencari kekasih, carilah yang tidak cantik agar tak terluka. Maka, ia segera memburu perempuan terburuk di kotanya. Persetubuhan berhasil dilakukan di kamar Cantik bahkan hingga hamil. Cantik terus bertanya kenapa Krisan yang dipanggil sebagai Pangeran mau mencumbuinya. Menandai akhir novel dengan hebat, Krisan berkata, ’Sebab cantik itu luka.’ Brilian!

Antara Realis dan Surealis

Kisah Dewi Ayu hingga cucu-cucunya tidak hanya seputar percintaan dan persetubuhan. Dibalik karakter tokoh-tokohnya, ada konteks dan struktur sosial yang menggambarkan jelas kondisi Halimunda sebelum, saat, dan setelah kemerdekaan. Shodanco menggambarkan perjuangan tentara Indonesia yang bergerilya melawan kolonialisme. Maman Gendeng menjadi contoh adanya paramiliter dan premanisme di Indonesia saat itu. Kamerad Kliwon menunjukkan bahwa paham komunisme dianut untuk memperjuangkan hidup rakyat kecil yang tak tersuarakan.

Di dalamnya juga terselip kisah tentang pemberantasan komunis. Bagaimana komunis dibantai hingga akhirnya muncul hantu-hantu komunis yang bisa dilihat semua orang di Halimunda. Pengarangnya bahkan berkelakar melalui tokohnya bahwa hantu komunis memang berkeliaran sesuai yang Karl Marx katakan.

Bagian yang terpenting dan sering terlupakan oleh sejarah adalah nasib perempuan ketika dan pasca kolonialisme di Indonesia. Menjadi pelacur bukanlah cita-cita dari seorang perempuan. keterpaksaan itulah yang dilakukan oleh Dewi Ayu. Sehingga, jika dalam sejarah tokoh penting selalu diidentikkan sebagai pahlawan seperti tentara atau , maka pengarang justru memilih pelacur sebagai pusat dari novelnya.

Pengarang tidak hanya menyisipkan konteks sejarah pada novelnya ini. Ia memulai novel ini dengan kisah yang mistis tentang kebangkitan Dewi Ayu dari kuburnya setelah 21 tahun mati. Selain itu, ia mengambil salah satu dongeng rakyat yang diadaptasi ke dalam kisahnya yaitu kisah Rengganis. Cerita rakyat Rengganis merupakan kisah seorang putri cantik yang menikah dengan seekor anjing. Dalam novel ini, anjing itu adalah Krisan. Melalui Cantik itu Luka, pembaca mendapatkan hampir semua gizi yang dibutuhkan dalam sebuah novel.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Legoso.co © 2014 Frontier Theme